Poto : Pdt. Sikpan K.P. Sihombing, MTh. MPd

Mazmur 112:1-7

Selamat Hari Minggu! Nama minggu ini disebut dengan Minggu “septuagesima” (=70 hari sebelum kebangkitan Kristus). Sejak Septuagesima ini, Jemaat diarahkan perhatiannya pada peristiwa kebangkitan Yesus Kristus sebagai pusat.

Kebangkitan merupakan pusat iman kekristenan dan pusat pemberitaan Injil. Itulah sebabnya kalender gereja jauh-jauh sebelum peristiwa kebangkitan, jemaat telah dipersiapkan untuk memaknai peristiwa keselamatan di dalam kematian dan kebangkitan Kristus.

Kotbah Minggu ini, tertulis pada Mazmur 112:1-7 suatu mazmur pengajaran agar takut akan Tuhan. Disini ada semacam perenungan yang mendalam dari Pemazmur, sekalipun ada kesulitan, hambatan dan pergumulan bagi orang yang takut akan Tuhan, namun hasilnya adalah akan menikmati kebahagiaan, keturunannya akan perkasa, diberi kemujuran dan sekalipun ada gelap menimpa hidupnya akan terbit terang yang mencerahkan kehidupannya.

Untuk lebih jelasnya mari lihat beberapa pelajaran berharga dari kotbah ini:

1. Takut akan Tuhan hidup bahagia
Takut akan Tuhan adalah suatu kesadaran diri seseorang akan keberadaan dirinya dihadapan Allah. Dia menyadari siapa dirinya dihadapan Allah; manusia berdosa, mahkluk ciptaan dan hanya karena anugerah Allah dia hidup. Siapakah aku dihadapan Allah, siapakah aku sehingga Tuhan yang Maha kuasa, pencipta dan pemelihara kehidupan mengasihi aku?

Takut akan Tuhan berarti juga hormat danada rasa kagum dihadapan Allah. Kekaguman terhadap Tuhan timbul karena perbuatan-perbuatanNya yang besar yang diluar perkiraan pikiran manusia. Pengalaman rohani seperti itukah membuat suatu keputusan dan kebulatan tekad bersedia dan taat serta setia melakukan perintah-perintahNya. Ketaatan kepada Tuhan bukan karena takut hukuman, tetapi karena kerelaan hati. Hal seperti inilah yang terjadi pada Musa ketika melihat api menyala-nyala namun semak belukar tidak terbakar. Yesaya melihat kemuliaan Allah di Bait Allah yang kudus spontan dia berkata celakalah aku karena aku melihat Allah. Demikian dengan Petrus, saat menjala seturut dengan perintah Tuhan Yesus, dia jalanya penuh hampir robek dan perahunya hampir tenggelam. Petrus sujud dihadapan Yesus.Pengalaman takjub atas perbuatan Tuhan membuat takut dan taat pada Tuhan

Takut akan Tuhan adalah sikap hidup seseorang yang berhikmat, menempuh jalan hidup yang diberkati Tuhan. Maka dengan sendirinya dia tidak akan mencari rezeki dari jalan-jalan yang tidak di berkati Tuhan.

2. Anak-anaknya perkasa dibumi
Sejak datangnya Injil di Tanah Batak, prinsip menyekolahkan anak bagi orang Batak sangat tinggi. Pendidikan anak adalah yang utama. Kesadaran itu diungkapkan dengan lagu yang sangat populer: Anakhonki do hamoraon di au. Apapun yang dikerjakan orangtua sesungguhnya bukan untuk dirinya sendiri tetapi bagaimana supaya anak-anaknya mendapat pendidikan dan kehidupan yang lebih baik.

Kotbah ini mengingatkan kita agar melengkapi prinsip: anakhonhi do hamoraon di au. Adalah benar menghantarkan kehidupan anak ke jenjang pendidikan tertinggi adalah tanggung jawab orangtua. Setiap orangbtua rela berjerih juang agar ankanya dapat meraih pendidikan tinggi. Namun semangat memberangkatkan anak untuk meraih pendidikan yang terbaik harus diikuti dengan pembinaan spiritualitas agar memiliki kesadaran takut akan Tuhan. Sehingga anak-anak bukan hanya berilmu tetapi memiliki iman yang tangguh menghadapi tantangan zaman dan takut akan Tuhan.

Salah satu berkat bagi orang yang takut akan Tuhan yang disebutkan oleh kotbah Minggu ini adalah keluarga bahagia, harmonis seluruh anggita keluarga suami, isteri dan anak-anak dalam pemeliharaan Tuhan. Sejajar dengan ini marilah kita baca Mazmur 128:1, Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!

3. Mujur di setiap jalannya dan tak takut bahaya.
Ada kesan jika orang benar akan hidup miskin. Pernah ada seorang pejabat disoroti, memiliki pangkat yang tinggi tapi tak memiliki harta dan kekayaan. Hidupnya sederhana dan tidak memiliki asset. Gaya hidup demikian seolah perlawanan belum apa-apa namun sudah memiliki banyak apa-apa. Menurut saya tergantung pada orientasi hidup, ada orang yang orientasinya pada materi untuk.mencapai itu dia berjuang dengan cara kerja keras dan usaha keras. Usaha demi usaha akhirnya menjadi usaha yang besar menjadi penghasil kekayaan dan materi yang cukup. Namun ada juga berprinsip yang penting bahagia dan gajinya cukup untuk menjalani kehidupannya.

Apa yang dimaksudkan oleh Pemazmur tentang kemujuran disini? Kemujuran disini bukanlah berarti kekayaan yang melimpah dan harta yang bertumpuk. Kemujuran disini adalah apa yang dia kerjakan berhasil. Apa yang dia cita-citakan terwujud dan kemana dia berjalan diberkati dan dihantarkan sampai kepada tujuan.

Kemujuran disini bisa juga kita bandingkan dalam Mazmur 128:1-2, Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!

Pengertian kemujuran disini adalah seseorang dapat menikmati hasil dari pekerjaannya. Bukankah ironi jika kita bekerja dan berlelah, hasil pekerjaan kita itu dan dan berhasil namun yang menikmatinya adalah ornag lain. Bagi Yahudi kemujuran itu bukanlah suatu kebetulan atau ada pemberian orang lain, namun saat mereka dapat menikmati hasil pekerjaannya adalah suatu kepuasan dan kebahagiaan.

Prinsip kerja demikian semestinya harus, mari berpikir dan memulai segala usaha dan pekerjaan kita.
Pernah Viral seorang kakek diwawancarai:

(+) berapa rumah bapak
(-) Tiga,
(+) berapa mobil bapak?
(-) Lima,
(+) berapa gaji bapak satu bulan?
(-) 60 juta,
(+) apa pekerjaan bapak?
(-) menghayal

Rupanya menghayal bukan real, bermimpi ya, dan berusahalah mewujudkan mimpi itu dengan saja dan kerja keras. Dengan demikianlah Tuhan memberkati dan memberikan kemujuran pada orang yang dikasihiNya. Kemujuran itu adalah merasakan campur tangan Tuhan dalam setiap apa yang dikerjakan.

Kemujuran adalah lepas dari marabahaya. Dalam hidup ini ada saja sial, celaka dan malapetaka yang tidak terpikirkan sebelumnya. Kemujuran orang yang takut akan Tuhan akan termasuk dalam kotbah ini terlindungi dari marabahaya.

4. Dalam gelap selalu terbit terang
Orang yang takut akan Tuhan bukan berarti tak mengalami kesulitan. Mungkin saja orangbyang baiknhati, taat beribadah dan takut akan Tuhan namun ada saja beban hidup; kadang harus berurai air mata, bersedih dan bahkan harus meratap dan alangkah gelapnya dunia ini serta tak mampu mengangkat kepala karena beban hidup yang berat. Jika terjadi hal seperti itu, jangan berputus asa, jalani dengan takut akan Tuhan.

Kelebihan orang yang takut akan Tuhan dalam kotbah ini memberikan suatu jaminan bahwa DALAM GELAP AKAN TERBIT TERANG.

Dalam suasana gelap Tuhan yang menerbitkan terang sehingga bisa melihat dengan terang disekelilingnya. Orang yang takut akan Tuhan bisa saja terhimpit dan tersesak, namun tak terhempas karena Tuhan menolong. Orang yang takut akan Tuhan bisa merasakan seolah terpenjara dalam beban pikiran namun tak sampai gelap mata dan frustasi karena terang Tuhan bersinar atas orang-orang yang takut akan Tuhan

Jangan takut pada beban atau merasa frustrasi telah berusaha mendekatkan diri kepada Tuhan tapi beban hidup menimpa kita. Orang yang takut akan Tuhan akan dimampukan melewati semua beban dalam hidupnya.

Seperti lagu yang sering dinyanyikan Marthin Luther King dalam memperjuangkan beban hidup meraka yang tertendas dan mngalami diskriminasi mereka menyanyikan: We shall Overcome

We shall overcome We shall overcome We shall overcome, some day

Oh, deep in my heart
I do believe
We shall overcome, some day

We’ll walk hand in hand
We’ll walk hand in hand
We’ll walk hand in hand
We’ll walk hand in hand, some day

Deep in my heart
Oh, deep in my heart
I do believe
I do believe
We shall overcome, some day. We shall overcome, some day

We shall live in peace
We shall live in peace
We shall live in peace, some day. We shall live in peace, some day

Oh, deep in my heart
I do believe. We shall overcome, some day

Berbahagialah orang yang takut akan Tuhan. Sekalipun ada pergumulan-pergumulan yang menimpa orang percaya yang takut akan Tuhan, percayalah Tuhan menolong dan memberikan kebahagiaan yang tiada tara. amin
( Pdt Sikpan Sihombing MTh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here