Wahyu 7:16, Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi.

Revelation 7:16, They shall hunger no more, neither thirst any more; neither shall the sun light on them, nor any heat.

Adakah dunia dimana orang tidak lagi mempersoalkan hal makanan dan minuman? Mungkin spontan kita akan menjawab, selagi di dunia ini masih ada manusia akan terus mempergumulkan hal lapar dan haus. Untuk memenuhi rasa lapar dan haus manusia bekerja, berjerih dan berjuang, menanggung terik mata hari dan menembus hujan. Semua itu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Faktanya tidak sedikit orang sakit karena bekerja terlalu keras demi memenuhi hidupnya.

Memenuhi rasa lapar dan haus masih salah satu dari pergumulan hidup manusia. Masih banyak kesusahan yang dialami dari faktor lainnya. Gereja mula-mula bergumul hebat, bukan hanya mengatasi rasa haus dan lapar, namun bagaimana mereka menderita, mendapat siksaan dan penindasan dari kekaisaran Romawi dan orang-orang yang membenci Injil. Mereka hidup merana, dan pikirannya seolah hanya satu: kapan semua penderitaan ini berakhir?

Hidup penat dan penuh sesak, meradang rasa sakit tak tertahankan, disinilah kitab Wahyu memberikan suatu kepastian bahwa akan ada negeri yang akan diwarisi oleh orang percaya, disana tak akan ada lagi rasa lapar dan haus, tiada duka dan air mata, tiada ancaman dan intimidasi tetapi semuanya akan bersukacita dan penuh bahagia karena dunia yang baru dan langit yang baru itu disediakan oleh Tuhan Yesus Kristus bagi orang yang percaya, yang telah menanggung beban selama ini.

Kitab Wahyu memberi harapan, akan ada upah bagi orang-orang yang telah menahan siksaan dan pendeeitaa. kitab Wahyu menjadi energy Baru bagimmereka untuk beratahan atas lapar dan haus dan berbagai kesengsaraan yang teejadi. Mereka setia dan bertahan dalam jman. Karena upah kemenangan akan segera datang. Lebih baik bertahan menahann rasa lapar dan haus serta menderita dalam waktu singkat didunia ini namun memperoleh kebahagiaan yang abadi.

Daripada sebaliknya, demi menghindari dari rasa lapar dan haus didunia ini namun tak setia dalam iman, akan menderita abadi dalam penghukuman Tuhan.

Apapun pergumulan hidup ini, jangan sampai menggadaikan iman untuk memenuhi rasa lapar dan haus atau harus meninggalkan imannya karena tidak taha menderita sesaat lamanya. Ingatlah penderitaan di dalam Kristus akan memperoleh upah kemenangan, yaitu mahkota kehidupan.

Sebagai pendeta, saat melayat saya sangat senang menyanyikan lagu:
O Yerusalem, kota mulia,
hatiku rindu ke sana.
O Yerusalem kota mulia,
hati ku rindu ke sana.
Tak lama lagi, Tuhanku ‘kan datang
Bawa aku ke sana.
Tak lama lagi, Tuhanku ‘kan datang
Bawa aku ke sana.

Tuhan kiranya memberkatimu dan melimpahkan segala kebaikanNya dalam hidupmu. Amin

Selamat bekrja, tetap semangat dan selalu dlm Doa

(Pdt. Sikpan Sihombing)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here